5 Aplikasi Mobile yang Angkat Budaya dan Bikin Bangga, Wajib Unduh!

KANDHANI.COM – Budaya merupakan warisan bangsa yang tentunya harus dijaga. Nah, membahas tentang budaya, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki ragam budaya yang kaya. Berbagai cara terus dilakukan agar budaya akan terus lestari.

Saat ini ada banyak cara untuk bisa melestarikan warisan bangsa. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi. Pasalnya, hampir setiap orang kini memiliki ponsel pintar dan berinteraksi dengan gawai. Maka untuk  tetap bisa bangga dengan budaya, ada banyak aplikasi yang bisa kamu pilih untuk belajar budaya.

Mau tahu dan jadi ngerti apa saja aplikasi budaya yang perlu kamu unduh dan wajib punya? Ini rekomendasi 5 aplikasi budayanya :

1. E- Gamalen

Dr. Yuventius Tyas Catur Pramudi, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Dian Nuswantoro merupakan founder dari aplikasi yang bernama e-gamelan. Aplikasi ini mengenalkan gamelan, salah satu alat musik tradisional jawa. Lewat aplikasi ini kamu bisa belajar mengenal bahkan mendengar bunyi gamelan lewat gawai. Penasaran dan ingin tahu lebih banyak, kamu bisa cek beberapa informasinya juga di website http://www.egamelanku.com/. Gamelan milik Udinusi ini bahkan sudah dipamerkan hingga ke panggung UNESCO lho, hebat, kan!

2. E-Macapat

 

Setelah sukses mengenalkan gamelan dalam versi digital, Dr. Yuventius Tyas Catur Pramudi pun kembali mengembangkan e-macapat. Menurut website e-macapatku di http://www.emacapatku.com/ , ada banyak definisi mengenai macapat.  Ada yang menyebut sebagai karya sastra Jawa yang berbentuk puisi dengan bahasa Jawa, ada pula yang mengartikannya sebagai teknik menyanyikan tembang macapat.

Bagi yang penasaran bisa langsung mencoba menggali lagi mengenai e-macapat dengan aplikasinya. Terlebih jika kamu tertarik untuk mendalami budaya Jawa.

3. Madhang

Universitas Dian Nuswantoro Semarang (Udinus), sebagai kampus yang memiliki misi ingin melestarikan budaya lewat digital memang dikenal mencetak banyak aplikasi berbasis budaya. Selain E-Gamelan, E-Macapat, ada pula aplikasi yang sudah lebih dulu diluncurkan yaitu, Madhang.

Aplikasi berbasis android yang dibuat oleh Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden RI, Joko Widodo ini  bekerjasama dengan Universitas Dian Nuswantoro Semarang ini bergerak di bidang kuliner. Madhang yang dalam bahasa Jawa berarti makan. Keunikan dari aplikasi ini adalah menawarkan cita rasa kuliner rumahan yang bisa disajikan untuk tamu. Kangen dengan masakan rumahan, coba unduh Madhang dan rasakan pengalaman yang berbeda.

4. Tastenesia

 

Ada lagi kabar baik mengenai aplikasi yang berbasis budaya dan diciptakan oleh generasi muda. Mengusung nama Tastenesia, aplikasi mobile ini hampir mirip dengan aplikasi milik Madhang. Masih menawarkan masakan rumahan dan dapat membantu para turis untuk datang dan berinteraksi langsung sehingga terjadi pertukaran budaya.

Aplikasi ini dibuat oleh mahasiswa IPB Jurusan Ilmu Komunikasi dan Jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) bernama Aldi Solihin, Respati Widrantara dan Airlangga Visnhu. Menurut mereka aplikasi ini terinspirasi dari budaya masyarakat Indonesia yang sangat hangat jika menerima tamu.

Tastenesia bertujuan untuk memberdayakan masyarakat untuk mengubah rumahnya sebagai restoran berbasis masakan khas daerah yang rendah biaya operasional. Ide yang brilian bukan selain untuk melestarikan budaya tetapi juga untuk menambah penghasilan masyarakat sekitar?

5. Map of Batik

Kali ini aplikasi ini dapat mengenalkanmu dengan batik dari seluruh pelosok daerah di Indonesia. Ya, jika kamu bingung dan ingin tahu darimana asal usul motif batik yang kamu kenakan, kamu bisa mengeceknya dalam aplikasi Peta Batik. Dikembangkan oleh BFI Technologies aplikasi keren ini tersedia gratis bagi pengguna perangkat dengan sistem operasi Android dan iOS.

 

Setelah tahu 5 aplikasi dan jadi ngerti mudahnya belajar budaya dengan cara yang menyenangkan, ayo unduh dan bantu lestarikan warisan budaya yang sangat kamu banggakan ini ya!

 

Makin Jadi Ngerti, Ya Kandhani Aja!


Abtiansyah Rachmadhana Darussalam