5 Traveller Asal Indonesia yang Pilih Long Trip dan Bikin Kamu Terinspirasi

KANDHANI.COM – Pastinya kamu pernah dong berlibur selama beberapa hari, entah itu pergi ke pantai, mendaki gunung, atau pergi ke suatu tempat yang jauh. Momen ini tentunya tidak bakalan kamu lupain. Memang jalan-jalan merupakan sebuah kebutuhan yang primer di era milenial ini.

Penat dari rutinitas yang sehari-hari membuat kamu ingin menikmati sebuah perjalanan jauh untuk memulihkan dari stres yang berkepanjangan. Tapi pernah nggak membayangkan untuk melakukan perjalanan yang panjang?Ternyata perjalanan panjang alias long trip banyak dipilih oleh beberapa traveller loh. Nggak percaya?Nih, ada beberapa orang yang akan menjadi inspirasimu dalam mewujudkan petualanganmu.

1. Keluarga Kusmajadi

Melakukan perjalanan yang panjang bersama teman atau pacar sudah biasa. Bagaimana jika long trip bersama keluarga, pasti seru deh, ya sama yang dilakukan oleh Keluarga Kusmajadi. Satu keluarga ini cukup menginspirasi jika kamu ingin melakukan long trip.

Menggunakan motorhome, Abah Dodi dan Ambu Melati memiliki misi untuk memperkenalkan keindahan dan kekayaan yang dimiliki Indonesia kepada anaknya, Hakim dan Sabiya.  Keren kan keluarga satu ini.

2. Hauwke Setjodiningrat

Sosok yang satu ini patut menjadi inspirasi buat kamu. Pria yang memiliki nama lengkap Hauwke Setjodiningrat memilih keliling dunia menggunakan mobil Land Cruiser VX lansiran 1995 dan 1996. Hauwke menganggap bahwa mobil Land Cruiser VX adalah mobil pasaran sehingga ini tidak akan menarik para pelaku kejahatan. Tidak hanya negara-negara yang damai, Hauwke juga melewati beberapa negara yang dilanda perang seperti negara Balkan pecarahan dari Yugoslavia. Menarik bukan.

3. Everything In Between

View this post on Instagram

Day 263 If our future selves would have shown us this picture before we left, saying that this is what our cycling mostly will look like as it does lately, we would have not even started probably. Who would cycle highways for fun, day in day out? But now, we are actually kind of happy with this stream of highway traffic including lots of trucks on our way to Bangkok. Why? Because the constant honking we got since China magically disappeared. And, we feel safer on the road again since drivers respect us more. Makes cycling a whole lot less stressful. So thanks to Thailand drivers and stay like this pls. Btw, Thailand tailwind had been very kind to us as well, we love it! #thailandinbetween

A post shared by Everything in Between (@everythinginbetween.journal) on

Bersepeda merupakan kegiatan yang menyenangkan, apalagi bersepeda di pagi hari atau di sore hari, selain sehat juga bikin otak semakin fresh. Bagaimana jika bersepeda dari Belanda ke Indonesia. Ini yang dilakukan oleh Diego asal Indonesia bersama pasangannya bernama Marlies.

Long trip yang dilakukan oleh pasangan ini dari Belanda ke Indonesia bukan untuk bersenang-senang, melainkan untuk kegiatan amal. Rencananya kegiatan bersepeda yang akan melewati 20 negara ini akan memberikan donasi kepada tiga organisasi di Indonesia yang bergerak di bidang anak-anak, hewan, dan lingkungan. Setelah memulai perjalanan sejak April tahun lalu, kini Diego dan Marlies sudah tiba di Thailand.

4. Mario Iroth

Di usia yang masih kepala tiga, Mario Iroth hampir menjelajahi seluruh dunia. Mario Iroth bersama sang istri, Lilis Handayani telah mengarungi setidaknya 40 negara dengan menggunakan motor. Berawal dari hobinya touring ke berbagai wilayah di Indonesia, kemudian Mario memiliki hobi baru menjadi backpacker dengan keliling Asia Tenggara. Disitulah muncul ide untuk menggabungkan dua hobi menjadi satu dan terciptalah Wheel Story 1. Sekarang setidaknya telah ada Wheel Story 5, terlihat dari unggahan dalam akun YouTube nya Mario nampak berada di benua Afrika. Gimana tertarik untuk mengelilingi dunia seperti Mario Iroth?

5. Suar Aksara

View this post on Instagram

Menjawab keresahan Kawan-kawan perihal Kenapa Panji Wasis tidak lagi ikut proyek Suar Aksara? . Suar Aksara adalah proyek musik-puisi-petualangan yang digagas oleh Fiersa Besari dan Wira Nagara, yang kemudian mengajak Panji Wasis turut serta ke dalam tim. Suar Aksara semestinya menjadi proyek sekali jalan yang kemudian dibubarkan pada penghujung 2017 setelah menuntaskan enam karya dalam pengelanaan Jawa-NTB-NTT. Tapi, karena cukup besarnya animo penikmat karya-karya Suar Aksara, pada April 2018, tatkala sedang sama-sama mendaki Tambora, Fiersa dan Wira merencanakan untuk melanjutkan Suar Aksara. Dari perbincangan yang terjadi, setelah menimbang rencana-rencana di masa depan, Fiersa dan Wira memutuskan untuk lanjut tanpa Panji. Panji memang videografer yang bagus dan rajin. Hanya saja, ia masih perlu banyak belajar, dan Fiersa, juga Wira, masih bisa meng-handle tugas videografi ke depannya. Di luar Suar Aksara, mereka bertiga masih bersahabat. Hanya saja, dalam berkarya, tidak bisa dipaksakan sejalan. Panji pun kabarnya sedang dalam proses membuat film pendek. Jadi, tiga sekawan ini masih saling mendukung satu sama lain. Semoga cukup menjelaskan. Selanjutnya, akan ada kejutan dari Suar Aksara. Semoga, dapat menuntaskan kerinduan Kawan-kawan. Terima kasih banyak . #SuarAksara #BerjalanKembali

A post shared by Suar Aksara (@suaraksara) on

Siapa yang tidak kenal dengan Fiersa Besari seorang musikus sekaligus penulis yang dikagumi para kaum hawa. Bersama Wira Nagara dan Panji Wasis melakukan perjalanan dari Bandung sampai Labuan Bajo, Bima. Mereka bertiga melakukan petualangan sambil membuat sebuah karya berupa puisi. Diakhir perjalanannya puisi yang mereka buat di persembahkan untuk ibu sebagai tempat berpulang mereka.

Nah , gimana seru ya ternyata kisah para traveller yang memilih long trip. Kira-kira, kamu pilih yang mana?Yuk, langsung komen aja di kolom komentarnya…

Makin Jadi Ngerti, Ya Kadhani Aja!


Wahyu Septiadi Hutomo