Abdul Hakim P Kusmajadi, Bocah 15 tahun Penjelajah Nusantara

KANDHANI.COM – Indonesia memiliki banyak sekali potensi alam yang luar biasa, mulai dari Sabang sampai Merauke. Sepanjang wilayah tersebut banyak tempat yang belum terjamah oleh wisatawan. Hal ini membuat salah satu keluarga asal Jakarta memutuskan untuk berpergian menjelajahi alam nusantara menggunakan mobil penjelajah atau motorhome selama satu tahun. Keluarga ini adalah Keluarga Kusmajadi.

Abdul Hakim P Kusmajadi adalah putra sulung yang terlahir dari Keluarga Kusmajadi. Orangtuanya bernama Dodi  Kusmajadi dan Melati. Hakim yang panggilan akrabnya lahir di Jakarta 1 Desember 2003 tumbuh besar di Malaysia karena kedua orang tua yang bekerja di Malaysia. Abah, tuturan Hakim kepada Sang Ayah bekerja di bidang media sementara Ambu Melati bekerja sebagai seorang peneliti.

Belajar sejarah dan budaya secara langsung

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Keluarga Kusmajadi (@keluarga.kusmajadi) on

Hakim berkisah bahwa langsung mengiyakan ketika diajak kedua orangtuanya berpergian menggunakan mobil penjelajah mengelilingi Indonesia. Tentunya banyak sekali pengalaman yang Hakim dapatkan dibandingkan dengan anak sebayanya. Pasalnya, dalam usia yang tergolong muda, Hakim telah berkeliling beberapa pulau bersama keluarganya. Belajar budaya disetiap pulau yang disinggahi sehingga kaya akan pengalaman. Serunya, nggak hanya mendapatkan pengalaman mengasyikkan berpetualang, Hakim juga mendapat banyak teman dengan latar belakang budaya yang beragam.

Pemilik bintang Sagitarius ini memaknai perjalanannya yang sudah berjalan selama 91 hari sebagai media untuk mendalami tentang negaranya sendiri. Walaupun jauh dari kehidupan normal tidak membuatnya larut dalam kesedihan, karena menurutnya hidup harus terus berlanjut. Hal ini tidak menghentikan semangatnya untuk terus belajar.

Suka duka selama perjalanan

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Keluarga Kusmajadi (@keluarga.kusmajadi) on

Agar pendidikan tetap berjalan lancar dan misi keluarga bisa tercapai maka Hakim memilih untuk homeschooling. Pastinya, Hakim juga memiliki jadwal belajar yang sudah terencana dan menggunakan fasilitas internet untuk belajar.

Selama melakukan perjalanan tentu banyak suka duka yang dialami oleh Hakim. Dari mulai hal kecil hingga yang cukup rumit. Menurut Hakim, terkadang ia sempat merasakan kerinduan untuk main bersama teman-temannya. Namun, hal tersebut masih bisa mendapatkan solusi lewat bantuan teknologi. Dengan mudah, Hakim bisa ngobrol dengan semua teman-temannya lewat ponsel pintarnya.

Tetapi semua pengorbanannya terbayarkan oleh banyak pengalaman yang belum pernah ia temui sebelum di seluruh pelosok Indonesia. Rencananya, setelah perjalanan usai, Hakim mengungkapkan keinginannya kembali bersekolah dan bertemu dengan teman-temannya.

Selain itu, Hakim bercerita bahwa bercita-cita untuk mengambil jurusan hukum nantinya saat melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi. Perjalanan bersama keluarganya membuat Hakim memahami makna  kaya yang sesungguhnya. Menurutnya kaya itu bukan hanya tampak lewat materi tetapi ilmu dan pengalaman yang dimiliki.

Makin Jadi Ngerti, Ya Kandhani Aja!


 Aurellia Inez Megaputri