Ini Sibowo, Jawara Lomba Aplikasi Mobile Kihajar 2019

KANDHANI.COM-Perkembangan zaman membawa perubahan besar pada banyak aspek kehidupan, salah satunya media belajar. Balai Pengembangan Multimedia Pendidikan dan Kebudayaan (BPMPK) melakukan perkembangan media pembelajaran yang dilakukan setiap tahun dan memanfaatkan kemajuan teknologi. Model pembelajaran yang digunakan yaitu mobile learning atau mobile edukasi. Untuk mempopulerkan program ini maka BPMPK mengajak masyarakat umum, guru bahkan murid untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan media belajar ini dalam bentuk kegiatan lomba yang bernama “Lomba Aplikasi Mobile Kihajar Pada tahun 2019”.

Media pembelajaran yang inovatif

Aplikasi Mobile Kihajar pada tahun 2019 sudah menginjak tahun ke-8 dan selalu menarik perhatian para pemilik konten digital. Untuk tahun ini lomba dibagi dalam beberapa kategori dan tema tersendiri. Mulai dari kategori pelajar bertema sosial budaya dan kategori untuk guru bertema mata pelajaran. Sementara kategori umum bertema V-Lab dan game edukasi.

Agenda nasional ini bertujuan untuk membuat media pembelajaran yang inovatif dan kreatif dari masyarakat umum secara langsung. Lomba Aplikasi Mobile Kihajar atau disingkat LAMK sekaligus juga menjadi cara untuk mengenalkan portal Rumah Belajar dengan alamat belajar.kemdikbud.go.id 

Menurut Kepala BPMPK Kemdikbud, Toni Setyawan, Lomba Aplikasi Mobile Kihajar 2019 menjadi salah satu cara untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya menciptakan konten digital sebagai media belajar. “Acara ini tentunya untuk mengembangkan konten belajar tanpa ada batasan usia. Tahun lalu bahkan peserta termuda diikuti oleh pelajar kelas 6 SD dan tahun ini diikuti oleh pelajar dari SMP. Tandanya semua berminat dan berkesempatan,”jelasnya.

Bahasa jawa bikin bawa piala

Jawara LAMK  2019 juga ternyata memiliki cerita dibalik aplikasi yang dibuatnya. Berawal dari keresahan untuk bisa melestarikan budaya, Hafiz naufal Rahman (17) , siswa dari SMK Telkom Malang berusaha menciptakan aplikasi yang membuat generasi milenial melek budaya, terutama dengan bahasa jawa.  Peserta Lomba Aplikasi Mobile Kihajar 2019 kategori siswa ini memilih tema sosial budaya menjajal kemampuannya untuk memprogram aplikasi media belajar yang bisa bermanfaat untuk orang banyak. Tak salah, Hafiz yang memilih masuk SMK dengan jurusan rekayasa perangkat membuktikan kemampuannya.

Hafiz mencetuskan nama aplikasi yaitu Sibowo (Sinau Bahasa Jowo), yang memiliki berbagai macam fitur bahasa jawa. Mulai dari kosakata jawa, pribahasa, penerjemah, penggunaan Bahasa jawa serta kuis yang sudah satu paket dalam aplikasi. Pembuatan aplikasi pun terbilang singkat yang hanya berdurasi 1 bulan, lalu ia ikut sertakan dalam lomba. Untuk target pasar Sibowo yaitu pelajar SD hingga pelajar SMA yang akan menjadi sasaran dalam penggunaan aplikasi.

Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu yang akrab dipanggil Mbak Ita mendukung penuh kegiatan positif yang digelar oleh BPMPK. “Sekarang ini zaman sudah serba digital, maka pembelajaran pun didukung dengan media digital. Banyak aplikasi yang digunakan oleh para pelajar yang nantinya akan membuat mereka semakin giat belajar. Hasil hari ini tentunya bisa dipromosikan oleh BPMPK dan tentunya diaplikasikan sehingga pelajar juga menjadi semakin rajin dan senang belajar dengan media digital yang bermanfaat,”tuturnya.

 

Makin Jadi Ngerti, Ya Kandhani Aja!

 SARI LESTARI