Majukan Kampung Tematik, Akademisi Ajak Kolaborasi dan Berbagi Hasil Riset

KANDHANI.COM – Sudah pernah plesiran ke kampung tematik mana saja nih kamu? Ada banyak kampung tematik yang bisa dieksplor lho saat berada di kota Semarang. Mulai dari kampung tematik batik, jajan pasar tradisional, agro, sentra bandeng, home industri hingga kampung jamu pun siap kamu jelajahi.

Ya, kampung tematik yang merupakan inovasi Pemerintah Kota Semarang sebagai cara memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup serta memajukan ekonomi lokal perlu mendapatkan dukungna. Kali ini, dukungan hadir dari pihak akademisi yang berusaha memberikan kontribusinya lewat hasil riset yang dilakukan di beberapa kampung tematik.

Devi Purnamasari,M.I.Kom dan Fibriyani Nur Aliya, M.I.Kom, dosen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro yang sukses meriset beberapa kampung tematik membagikan hasil temuannya dalam agenda Dialog Interaktif Program Kampung Tematik, ISO KAS! di Gedung H Lantai 7, Kampus Udinus, Selasa (16/7).

Bertujuan untuk menggiatkan dan menggali potensi dari masing-masing kampung tematik, agenda ini juga menghadirkan Slamet Budiutomo, S.Ag,SH, M.Hum selaku Kabid Perencanaan Pemerintahan Sosial dan Budaya Bappeda Kota Semarang, Suryo Hadisaputro, Ketua Kampung KB, Sekretaris Jajan Pasar Kampung Tematik Gajahmungkur dan Gabriella Vania Via Eustavani, Denok Kota Semarang 2019.

Devi Purnamasari, M.I.Kom sebagai narasumber dalam sarasehan ini membagikan hasil riset yang telah dilakukan dan memberikan saran yang bisa jadi perhatian pemerintah untuk memajukan kampung tematik. Salah satunya adalah mengoptimalkan potensi yang ada di wilayah tersebut. “Masing-masing wilayah dapat mengunggulkan potensi yang ada sesuai dengan lokasi dan sumber daya yang dimiliki sehingga dapat berdampak, baik pada lingkungan ataupun ekonomi masyarakatnya,”tuturnya.

Merespons dengan positif hasil riset yang dilakukan oleh akademisi, Slamet Budiutomo, S.Ag,SH, M.Hum selaku Kabid Perencanaan Pemerintahan Sosial dan Budaya Bappeda Kota Semarang pun mengajak akademisi untuk terus membantu memberikan masukan agar kampung tematik bisa semakin tepat sasaran.

“Mendapatkan hasil temuan dari penelitian dapat membantu pemerintah juga untuk mendapatkan data-data baru. Saya bahkan sangat senang sekali jika hal ini benar-benar mendapatkan dukungan dari institusi perguruan tinggi, seperti yang sudah dilakukan oleh Udinus. Selain para dosen yang meneliti, mahasiswa pun sangat bisa membantu jika tertarik melakukan penelitian dengan semua kampung tematik yang ada. Membuatkan visual dan bisa jadi ajang promosi. Ini merupakan kolaborasi yang sangat baik,”optimisnya.

Sementara Suryo Hadisaputro, Ketua Kampung KB, Sekretaris Jajan Pasar Kampung Tematik Gajahmungkur yang giat memberdayakan warganya juga berharap akan ada kolaborasi dan respons yang positif.

“Untuk mendukung agar warga kami juga terus berdaya dengan tematik jajan pasar, kami juga berharap banyak memilih jajan pasar tradisional sebagai kudapan dalam berbagai kegiatan. Jika banyak yang mendukung dengan membeli dan memesan jajan pasar tradisional dari kampung kami maka tentu warga juga semakin produktif,”jawabnya.

Tak ketinggalan Denok Kota Semarang 2019, Gabriella Vania Via Eustavani mewakili generasi milenial yang peduli dengan potensi kearifan lokal mengaku akan berupaya mempromosikan kampung tematik kepada masyarakat lebih luas. “Mengemban tugas sebagai Denok Kota Semarang tentu saya akan selalu berupaya mempromosikan semua potensi yang dimiliki oleh kota Semarang. Untuk kampung tematik, saya juga akan berusaha mempromosikan terutama kepada generasi milenial agar nggak ketinggalan ikut berkontribusi,”kata Vania, nama akrab mahasiswi ILKOM Udinus semester 4 ini.

Agenda yang berlangsung selama dua jam sukses mendapatkan respons positif dari para peserta yang interaktif dan diakhiri dengan semangat baru untuk memberikan kontribusi lebih lagi pada program kampung tematik.

Makin Jadi Ngerti, Ya Kandhani Aja!

 Chief Switta